Wednesday, December 14, 2011

Sebuah Perhargaan Buat Diri

Dulu, waktu kecil... kita biasa mendengar mak dan ayah berkata, "nanti kalo exam dapat nombor 1, ayah bagi hadiah.... " dari sisi positif, ia dilihat sebagai peniup kata semangat untuk anak-anak rajin dalam pelajaran.Imbuhan yang sering membuat anak kecil seronok dalam belajar....

Sebenarnya 'imbuhan' atau 'saguhati' atau apa saja namanya adalah hal yang bisa menyamankan semua orang... pekerja juga menjadi semakin rajin dan semangat bekerja bila ada imbuhan 'extra' dalam kerja.... (soal bekerja ikhlas atau mengharapkan imbuhan itu soal hati individu, kerana keikhlasan itu tidak bisa dilihat) namun main point yang ingin saya sampaikan di sini adalah siapa yang tak seronok dengan 'hadiah' ini kan?

Tapi pernahkah kita menghadiahkan sesuatu diri sendiri sebagai imbuhan untuk setiap usaha atau apa saja susah payah yang kita perbuat? menghadiahkan sesuatu pada diri sendiri bagi tujuan menghargai diri sendiri..-

Malangnya yang sering kita buat adalah mengharapkan sesuatu dari pihak laen....

Minggu lalu waktu saya sedang berbaring dimalam hari sambil mata terkebil-kebil memandang kipas yang ligat berpusing di siling, saya terfikir tentang hal ni....

Mengucap panjang bila tanpa sedar atau tidak sepanjang 10 tahun ni saya tidak pernah 'menghargai' diri sendiri dengan hal yang bisa membuatkan hati kecil bergembira lalu berkompromi dengan jiwa dan akal untuk merembeskan cas positif yang bisa menggembirakan hari-hari dalam kehidupan...- seingat saya, saya cuma melakukan hal-hal terkecil yang saya pikir mampu untuk meredakan gejolak hati, meski hanya sebentar...

Bila berbicara tentang kemahuan dan keinginan(eh bukan sama ke maksudnya :P) setiap manusia memiliki 1001 jenis keinginan... hingga ada ketikanya keinginan itu tidak bisa diterima waras akal... namun kita bisa menyimpan semua hal itu dalam folder kategori mimpi atau impian dalam hati...-

Rupanya sudah lama saya tidak menghadiahkan diri sendiri dengan sesuatu.Ermmm.. saya telah berlaku kejam pada diri sendiri dengan mengabaikan kehendak hati... -

Lalu malam itu juga, saya tanya pada diri sendiri.. apa yang inginkan... hadiah apa yang bisa membuatkan saya gembira saat ini.... - dan pada hujung-hujung tidur malam itu... dalam fasa antara realita dan mimpi saya hati saya menjerit berkehendakkan sesuatu.... - Iya, demi memenuhi tuntutan hati saya turutkan... :)

10 tahun saya tidak pernah bertanya apa yang hati mahukan.... maafkan saya hati...- :(

Keesokkannya pulang kerja saya menuju ke satu tempat, hari itu saya telah mula berkompromi dengan hati demi memenuhi tuntutan rasa yang telah sekian lama diabaikan...-

Saya melihat-lihat... saya membelek-belek.... dan akhirnya saya tersenyum... CASH sebagai tukaran untuk mendapatkan hajat hati.Takpelah, mengeluarkan sejumlah wang untuk menggembirakan HATI SENDIRI takder salahnya... KAN?!


"Sebenarnya dalam hidup ini, jangan terlalu berharap agar ada orang lain hadir dan menggembirakan diri kita, ada ketikanya kita harus bangun sendiri dan melakukan hal itu..... hanya diri sendiri yang lebih memahami kehendak hati.... " - chapter 2, para 3 daripada Kitab Jiwa MM





4 comments:

Wilayah Sepet Kuku said...

As salam,

Wahh!!..masih menunggu dan terus menunggu ini tab..lambat tul lah!

Wilayah Sepet Kuku said...

siapa lagi klu bukan kita..kerna org lain takkan pernah tahu dan mengerti..

carta hati kita..kita sendiri yg mengerti..reward..hati gumbira lah...

Meer Miller said...

mm2alynn : btol tu lynn, mereward hati... eheh! wahhh tak lama lagi sampai la tue... eheh!

Anonymous said...

Yeay. Nnt kami dtg dr KL,bwk kawan2 galaxy tab ok. Huhu